Penumpang Kereta Cepat Whoosh Ketinggalan dikarenakan Gangguan Kereta Feeder, MTI: Harusnya Benar-benar Ready..

Penumpang Kereta Cepat Whoosh Ketinggalan dikarenakan Gangguan Kereta Feeder, MTI: Harusnya Benar-benar Ready..

Jakarta – Ketua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana merespons insiden penumpang yang digunakan tertinggal naik Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Padalarang pada Kamis, 19 Oktober 2023. Kejadian itu terjadi dikarenakan kendala pada operasional Kereta Api Feeder.

Menurut Aditya, seharusnya kereta feeder itu dilihat sebagai bagian dari kereta cepat. Artinya, jangan dilepaskan seolah-olah semata-mata angkutan penumpang biasa juga harus menjadi satu kesatuan.

“Karena satu kesatuan, otomatis penumpang yang naik feeder ya kita harus anggap itu pengguna kereta cepat, yang memang membutuhkan keandalan ketepatan waktu. Jadi menurut saya nggak ada jalan lain, yang namanya feeder itu harus benar-benar ready,” ujar Aditya melalui sambungan telepon pada Senin, 23 Oktober 2023.

Bila ada gangguan pada kereta feeder, menurut dia, harus ada cadangannya. Jika kereta feeder tidak bisa jadi jalan, solusinya harus ditarik dengan lokomotif. Dalam bayangannya, kereta feeder yang tersebut dijalankan tiada belaka satu rangkaian. “Misalnya harus dua, tiga, empat, misalnya untuk backup-nya.”

Selain itu, Aditya menjelaskan, akibat kereta feeder merupakan buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA, maka perseroan harus siap memulihkan jika terjadi permasalahan pada kereta tersebut. Bahkan kalau bisa, dia berujar, manajemen kereta feeder itu digabungkan hanya dengan kereta cepat di tempat bawah PT Kereta Cepat Indonesia China atau PT KCIC, bukan di area PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI.

Jika operatornya adalah PT KAI, menurut Aditya, kereta feeder jangan dianggap sebagai kereta biasa. Berbeda dengan jika warga menggunakan kerea api lokal, yang tak mengharapkan ketepan waktu seperti layanan pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Di mana jika terlambat pun bukan ada masalah.

“Tapi kalau itu kereta feeder harus dianggap itu kereta cepat sesungguhnya. Cuma sebenarnya yang kemarin terjadi itu nggak boleh terhindarkan,” kata Aditya.

Sebelumnya, General Manager Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa mengatakan pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dimaksud dirasakan penumpang Kereta Cepat Whoosh yang mana mengalami keterlambatan. Kejadian itu mengakibatkan 31 orang penumpang yang dimaksud ketinggalan perjalanan kereta cepat.

Selanjutnya: “Karena adanya kendala operasional …”

  • 1
  • 2
  • Selanjutnya

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *